Desa Kekeran
Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung
Lestarikan Budaya Bali, 558 Layangan Terbang di DSP Kite Festival 1 Desa Kekeran
Minggu, 14 Juni 2026 langit Subak Tungkub Lanyahan, Desa Kekeran dipenuhi beraneka ragam macam layangan. Kegiatan lomba layang-layang dilaksanakan oleh Sekaa Teruna Dwi Sartika Putra sebagai salah satu wujud nyata pelestarian seni dan budaya Bali. Acara mulai dipersiapkan dari pukul 06.30 WITA, yang dihadiri oleh Kelian Dinas Banjar Delod Yeh, Kelian Adat Banjar Delod Yeh, Perbekel Kekeran, Ketua BPD Desa Kekeran, Babinsa dan Bhabinkamtibmas Desa Kekeran.
Setelah seluruh undangan hadir dilanjutkan dengan penyampaian sambutan dan laporan dari ketua panitia lomba layang-layang. Kemudian sambutan oleh Perbekel Kekeran sekaligus pembukaan Lomba Layang-Layang secara simbolis dengan menerbangkan layang-layang bertuliskan “DSP KITE FESTIVAL #1”. Acara kemudian dimulai, masing-masing tim mulai mempersiapkan layangan terbaik mereka dan mencari posisi terbaik untuk menerbangkan layangannya. Dengan total peserta mencapai 558 layangan yang dibagi dalam beberapa sesi berdasarkan kategori jenis dan ukurannya seperti Pecukan, Bebean remaja, Bebean plastik, Bebean big size plastik, Perang bintang, Cotek blolong, Cotek lawas, Kuwir, Kuwir plastik, Janggan plastik dan masih banyak lagi.
Semangat para peserta sejalan dengan antusias penonton yang membuat suasana menjadi riuh. Masing-masing tim saling bahu-membahu menaikkan layangannya. Sementara dewan juri sibuk menilai dan juri pantau sibuk memeriksa apakah ada layangan yang melanggar persyaratan lomba atau tidak. Acara berlangsung hingga pukul 17.00 WITA, para peserta kembali ke rumah masing-masing sambil dewan juri merekap total nilai untuk menentukan para pemenang. Pemenang lomba kemudian diumumkan melalui live di akun resmi media sosial ST Dwi Sartika Putra pada pukul 22.00 WITA.
Melalui penyelenggaraan DSP Kite Festival #1 ini, diharapkan semangat pelestarian seni dan budaya layang-layang Bali dapat terus tumbuh di kalangan generasi muda. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi dan hiburan, tetapi juga mempererat tali persaudaraan antar-sekaa teruna, komunitas layangan, dan masyarakat. Dengan antusiasme peserta dan dukungan berbagai pihak yang begitu besar, diharapkan kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sehingga mampu menjadi agenda budaya tahunan yang membanggakan Desa Kekeran sekaligus memperkenalkan kekayaan tradisi Bali kepada masyarakat yang lebih luas. (007/KIM/KKR)
