Desa Kekeran
Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung
Ngiring Ida Susuhunan Masucian Ke Pura Pesiraman Pengempon Kaler Desa Kekeran
Hari Raya Kuningan jatuh pada Saniscara Kliwon Wuku Kuningan yang dilaksanakan setiap 210 hari sekali, yaitu 10 hari setelah hari raya Galungan. Hari Raya Kuningan merupakan ungkapan rasa syukur untuk umat Hindu atas kemakmuran dan kesejahteraan, serta meneguhkan ajaran dharma (kebaikan) atas adharma (kejahatan). Biasanya umat Hindu akan menghaturkan sesajen dan melaksanakan persembahyangan ke pura serta sanggah/merajan.
Malam ini, Sabtu (29/11) juga dilaksanakan tradisi Ngiring yang dilaksanakan setiap 6 bulan sekali tepatnya pada Hari Raya Kuningan. Acara Ngiring dilaksanakan oleh warga Banjar Gelagah Puwun, Desa Kekeran.
Ngiring merupakan sebuah tradisi dimana warga banjar akan mengiring sesuhunan Ratu Mas Ayu dan Ratu Gede Ireng untuk melakukan pesucian (pembersihan) ke Pura Pesiraman Pengempon Kaler Desa Kekeran. Dalam prosesi ini warga akan berjalan beriringan sambil membawa sesajen serta diiringi oleh gambelan baleganjur. Acara ngiring dilaksanakan pukul 5 sore yang ditandai dengan dibunyikan kulkul.
Setelah kulkul dibunyikan maka warga akan bersama-sama berkumpul di Balai Banjar dengan menggunakan pakaian adat dan sama-sama berjalan menuju Pura Pesiraman Pengempon Kaler Desa Kekeran. Warga terlihat sangat antusias ikut Ngiring ke Pura Pesiraman, hal ini dapat dilihat dari banyaknya anak-anak, remaja dan bahkan orang tua ikut Ngiring Ida Sesuhunan.
Setelah sampai di Pura Pesiraman para pemangku akan menghaturkan banten dan sesajen yang sudah disiapkan dan dilanjutkan dengan sembahyang. Setelah menyelesaikan kegiatan upacara di Pura Pesiraman maka Sesuhunan akan diajak untuk budal ke Pura Pengulun Banjar dan semua warga ajan melaksanakan sembahyang bersama kembali.
Salah satu warga Banjar Gelagah Puwun, Made Artika ngengatakan "Ngiring Sesuhunan Ratu Mas Ayu dan Ratu Gede Ireng merupakan sebuah tradisi yang memang wajib dan dilaksanakan setiap hari Raya Kuningan dari turun temurun. Semoga nantinya tradisi Ngiring ini tetap dapat dilaksanakan kedepannya dan dapat lestari". (015/KIM/KKR)


