Desa Kekeran
Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung
Semangat Hari Raya Kuningan di Desa Kekeran Tetap Hidup Meski Diguyur Gerimis
Desa Kekeran, 29 November 2025 — Suasana pagi di Desa Kekeran hari ini terasa sangat istimewa. Tepat pada Hari Raya Kuningan, warga mulai bergerak sejak dini hari untuk melaksanakan rangkaian tradisi keagamaan yang penuh makna. Meski hujan gerimis sempat turun membasahi desa, semangat warga, terutama para ibu-ibu, tetap tinggi untuk melaksanakan kewajiban adat dan spiritual.
Hari Raya Kuningan merupakan salah satu hari suci dalam ajaran Hindu yang jatuh 10 hari setelah Galungan. Kuningan mengandung makna rasa syukur, penyucian batin, dan penghormatan kepada para leluhur yang diyakini turun ke dunia untuk memberikan berkah dan tuntunan. Momentum ini menjadi pengingat bagi umat Hindu agar selalu menjaga keharmonisan dalam hubungan dengan Ida Sang Hyang Widhi, sesama manusia, alam, dan para leluhur.
Sejak pukul 05.00 WITA, beberapa warga telah terlihat bergerak keliling pura di wilayah Desa Kekeran untuk menghaturkan soda (sejenis banten). Suasana berlangsung tertib dan penuh kekhidmatan. Ada yang berjalan kaki sambil berbincang ringan dengan teman-temannya, ada pula yang menggunakan sepeda motor untuk mempercepat perjalanan. Biasanya kegiatan ini selesai sekitar pukul 07.00 WITA.
Meskipun pagi ini sempat diguyur hujan gerimis, langkah para ibu-ibu tidak gentar. Senyum dan semangat mereka tetap terlihat saat membawa banten, menunjukkan bahwa budaya dan tradisi bukan sekadar rutinitas, melainkan bagian dari identitas dan keimanan.
Sesampainya di rumah, warga (khususnya para ibu) langsung melanjutkan rangkaian upacara di merajan (sanggah keluarga) dengan menghaturkan banten Kuningan yang telah disusun rapi di masing-masing merajan mereka, lalu dilanjutkan dengan sembahyang bersama seluruh anggota keluarga.
Karena Hari Raya Kuningan merupakan upacara setengah hari, setelah sembahyang di merajan dan natab oton di bale, warga biasanya bersiap pulang kampung untuk melanjutkan persembahyangan di rumah keluarga besar atau pura kawitan.
Hari ini, Desa Kekeran kembali menampilkan wujud nyata dari tradisi yang dijaga turun-temurun. Kesederhanaan, ketertiban, dan kesungguhan dalam menjalankan adat menunjukkan bahwa spiritualitas bukan hanya dirasakan, tetapi juga dihidupi.
Selamat Hari Raya Kuningan. Semoga kedamaian, berkah, dan rasa syukur selalu menyertai seluruh warga Desa Kekeran dan umat sedharma di manapun berada. (004/KIM/KKR)


