Desa Kekeran
Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung
Pemdes Kekeran Gelar Upacara Melaspas Sambiangan di Pura Siraman Kangin
Selasa (3/3/2026). Prosesi penyucian secara niskala ini menandai tuntasnya pembangunan fisik sarana prasarana pura yang telah rampung dikerjakan. Upacara berlangsung khidmat dengan dihadiri oleh Perbekel Kekeran beserta jajaran perangkat desa, sebagai bentuk syukur atas kelancaran proyek infrastruktur religi di wilayah tersebut.
Keberhasilan pembangunan Sambiangan di Pura Siraman Kangin ini merupakan buah dari realisasi program kerja yang didanai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) Kekeran Tahun Anggaran 2025. Alokasi dana tersebut disalurkan secara tepat guna untuk memperbaiki fasilitas umum milik krama, guna menunjang kenyamanan umat saat melaksanakan kegiatan persembahyangan. Hal ini menjadi bukti transparansi dan akuntabilitas Pemerintah Desa Kekeran dalam mengelola anggaran demi kepentingan publik.
Hadir mendampingi Perbekel Kekeran dalam acara tersebut adalah Kasi Kesra beserta staf terkait, Kaur Perencanaan, serta seluruh personel Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) Desa Kekeran. Kehadiran tim teknis, bapak kelian adat ini bertujuan untuk memastikan bahwa hasil pembangunan yang telah dikerjakan sesuai dengan spesifikasi perencanaan dan standar kualitas yang diharapkan. Sinergi antara pemegang kebijakan dan pelaksana lapangan di desa terlihat sangat solid sepanjang jalannya acara.
Dalam kesempatan tersebut, Perbekel Kekeran menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh krama pengempon Pura Siraman Kangin yang telah mendukung proses pembangunan sejak awal. Beliau menegaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah desa dan masyarakat adalah kunci utama dalam mempercepat pembangunan desa. Pihak desa berkomitmen untuk terus mengawal setiap aspirasi masyarakat Banjar Dangin Pangkung agar pembangunan merata di setiap sudut desa.
Pihak pengempon Pura Siraman Kangin juga menyatakan rasa terima kasihnya atas perhatian besar dari Pemerintah Desa Kekeran. Bantuan melalui APBDes 2025 ini dinilai sangat membantu meringankan beban krama dalam melakukan pemugaran tempat suci. Dengan adanya bangunan sambiangan yang baru, krama kini memiliki fasilitas yang lebih layak dan representatif untuk mendukung berbagai kegiatan upacara yadnya di masa mendatang.
Upacara diakhiri dengan persembahyangan bersama yang dipenuhi suasana kekeluargaan antara perangkat desa, staf, dan pengempon pura. Doa bersama dipanjatkan agar bangunan suci yang telah dipelaspas memberikan vibrasi positif dan kerahayuan bagi seluruh warga. Setelah prosesi ritual selesai, Perbekel Kekeran bersama Kaur Perencanaan melakukan peninjauan akhir terhadap fisik bangunan sebagai bagian dari tahap pelaporan administrasi kegiatan desa. (008/KIM/KKR)


