Desa Kekeran
Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung
Wujudkan Sinergi Antardesa, GOR dan Lapangan Pratu Rai Madra Resmi Diplaspas
KEKERAN – Semangat gotong royong dan sportivitas kini memiliki wadah baru bagi masyarakat Desa Mengwitani dan Desa Kekeran. Pada Sabtu (18/4), telah dilaksanakan upacara Pemelaspasan sekaligus peresmian GOR dan Lapangan Pratu Rai Madra. Fasilitas olahraga ini diharapkan menjadi simbol persatuan serta pusat kegiatan positif bagi warga di kedua desa tersebut.
Acara diawali dengan upacara ritual Pemelaspas yang dipuput oleh pemuka agama setempat untuk mensucikan bangunan secara niskala. Setelah prosesi religius usai, acara dilanjutkan dengan seremoni peresmian gedung yang ditandai dengan penandatanganan prasasti dan pemotongan pita.
Nama Pratu Rai Madra disematkan sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai perjuangan, yang diharapkan mampu menginspirasi generasi muda dalam mencetak prestasi di bidang olahraga.
Acara ini menjadi momentum penting karena dihadiri oleh jajaran pejabat dan tokoh sentral dari kedua wilayah, di antaranya:
- Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora): Hadir mewakili pemerintah daerah untuk memberikan apresiasi atas rampungnya fasilitas publik ini.
- Pemerintah Desa: Perbekel Mengwitani dan Perbekel Kekeran hadir langsung didampingi oleh perangkat dan staf desa masing-masing.
- Lembaga Adat: Jero Bendesa Adat Mengwitani dan Jero Bendesa Adat Kekeran yang memberikan dukungan penuh dari sisi adat.
- Legislatif Desa: Ketua BPD beserta anggota dari Desa Mengwitani dan Desa Kekeran.
Dalam sambutannya, perwakilan dari Disdikpora menyampaikan bahwa pembangunan GOR dan lapangan ini merupakan investasi jangka panjang untuk kesehatan masyarakat dan pembinaan atlet lokal.
"Fasilitas ini bukan sekadar bangunan fisik, melainkan ruang pertemuan bagi warga Desa Mengwitani dan Kekeran untuk mempererat tali silaturahmi melalui olahraga," ungkap salah satu tokoh masyarakat di sela-sela acara.
GOR Pratu Rai Madra dirancang untuk mengakomodasi berbagai cabang olahraga seperti bulu tangkis dan futsal, sementara area lapangan terbuka dapat digunakan untuk kegiatan komunitas maupun upacara adat. Dengan pengelolaan yang baik antara kedua desa, tempat ini diprediksi akan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi kecil melalui UMKM warga saat ada turnamen berlangsung.


