Kekeran, 7 Juni 2026 – Upaya meningkatkan kesadaran masyarakat dalam pengelolaan sampah terus dilakukan melalui kegiatan Bank Sampah yang dikelola oleh Bank Sampah Mangu Srikandi Banjar Delod Sema dan Bank Sampah Mangu Srikandi Banjar Dangin Pangkung. Kegiatan berlangsung di TPS3R Kekeran Keris (Kekeran Indah dan Bersih) yang berlokasi di Jalan Beji, Banjar Delod Sema, Desa Kekeran, Kecamatan Mengwi. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk partisipasi nyata masyarakat dalam mendukung kebersihan lingkungan sekaligus penerapan prinsip pengelolaan sampah berbasis sumber.
Sejak pagi hari, aktivitas di TPS3R Kekeran Keris tampak lebih ramai dari biasanya. Warga berdatangan secara bergiliran dengan membawa berbagai jenis sampah anorganik yang telah dipilah dari rumah masing-masing. Kehadiran warga yang terus mengalir selama kegiatan berlangsung menunjukkan semakin tumbuhnya kesadaran masyarakat untuk mengelola sampah secara bertanggung jawab dan memberikan nilai manfaat bagi lingkungan sekitar.
Berbagai jenis sampah yang masih memiliki nilai ekonomis diterima dalam kegiatan ini, di antaranya botol plastik, gelas plastik, kardus, kertas, kaleng minuman, besi bekas, aluminium, berbagai jenis plastik kemasan, serta minyak jelantah yang telah dikemas dalam wadah tertutup. Sampah-sampah tersebut selanjutnya akan dikelola dan disalurkan kembali melalui mekanisme Bank Sampah sehingga dapat memberikan manfaat ekonomi sekaligus mengurangi volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir.
Untuk memastikan kegiatan berjalan lancar, para kader Bank Sampah Mangu Srikandi membagi tugas sesuai peran masing-masing. Sebagian kader bertugas melakukan penimbangan sampah yang disetor warga, sebagian lainnya mencatat dan menginput data hasil penimbangan, sementara kader lainnya bertugas menata dan menyimpan sampah sesuai dengan kategori dan jenisnya. Kerja sama yang baik antar kader membuat proses pelayanan kepada masyarakat berlangsung tertib, cepat, dan efisien.
Kegiatan Bank Sampah tidak hanya menjadi sarana pengelolaan sampah berbasis masyarakat, tetapi juga menjadi wadah edukasi bagi warga untuk membiasakan pemilahan sampah sejak dari rumah. Melalui kegiatan ini, masyarakat diajak untuk melihat bahwa sampah yang dikelola dengan baik dapat memberikan nilai tambah sekaligus berkontribusi dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Dengan keberlangsungan kegiatan Bank Sampah secara rutin, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah semakin meningkat serta mampu mendukung terwujudnya lingkungan Desa Kekeran yang bersih, sehat, dan lestari. Semangat gotong royong antara kader dan masyarakat menjadi modal penting dalam mewujudkan pengelolaan sampah yang berkelanjutan di tingkat desa. (004/KIM/KKR)